Kamis, 09 Juni 2016

SAMBUT BULAN RAMADHAN, FKPL BERSIH-BERSIH SAMPAH SUNGAI BARENG SMKN 1 GEMPOL


Gempol - Dalam rangka upaya sosialisasi, edukasi dan pembentukan kader lingkungan hidup oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pasuruan digelar suatu kegiatan yang tak asing lagi bagi Forum Komunikasi Peduli Lingkungan (FKPL) Kabupaten Pasuruan yaitu, Grebeg Sampah Sungai.

Kali ini, FKPL Kabupaten Pasuruan bekerja sama dengan SMK Negeri 1 Gempol dengan membersihkan sampah sungai Kepulungan Gempol yang dilaksanakan pada Sabtu, 04 Juni 2016 pagi dibarengi oleh beberapa aktivis peduli lingkungan seperti Karang Taruna Opek Gempol, Karang Taruna Bintang, Relawan Aqua, Yayasan Alam Hijau dan sejumlah Laskar Pasuruan Maslahat serta didukung oleh Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Kabupaten Pasuruan dll.

Turut hadir Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi, Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Komisi C Samsul Hidayat dan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pasuruan Ir. Muchaimin, Camat Gempol Drs. H.M. Ridwan.

Dalam sambutannya, Ir. Muchaimin mengatakan bahwa pendidikan lingkungan sangatlah penting, Apalagi kali ini melibatkan SMK Negeri 1 Gempol yang juga termasuk salah satu sekolah program adiwiyata dan penyelenggaraannya langsung dilakukan oleh siswa dan siswi, Dengan begitu mereka akan tahu bahwa menjaga dan membersihkan sungai sangatlah penting agar tidak terjadi banjir.

"Sangatlah penting menjaga sungai dan membersihkan sampah yang ada disana, Selain itu juga dapat mengurangi resiko terjadinya banjir," kata Muchaimin dalam sambutannya.

Kegiatan itu merupakan salah satu penanda bahwa dengan menyambut bulan suci Ramadhan, FKPL mempunyai inisiatif untuk tergerak merealisasikan keinginan SMK Negeri 1 Gempol dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan terbebas dari sampah.

Fatoni, Ketua Forum Komunikasi Peduli Lingkungan (FKPL) Kabupaten Pasuruan saat ditemui menjelaskan bahwa bulan puasa identik dengan suci dan bersih, Tak hanya jiwa raga yang bersih tetapi lingkungan juga harus bersih dan terbebas dari sampah.

"Memang kami sangaja mengambil momen yang tepat bekerjasama dengan SMKN 1 Gempol dengan melakukan grebeg sampah yang kami gelar beberapa waktu lalu menjelang bulan Ramadhan, Ramadhan identik dengan bersih dan suci, Lingkungan pun juga demikian harus mendapatkan sentuhan agar bersih dan juga terbebas dari sampah," tandas Toni.

Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)

Senin, 06 Juni 2016

KIM PECINAN GELAR DIALOG PUBLIK SITUS RAOS


Gempol - Dalam rangka menggali sejarah situs pecinan yang terletak di Dusun Raos Baru, Desa Carat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan digelar kegiatan Dialog Publik oleh Kelompok Informasi Masyarakat Pecinan Desa Carat yang bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasuruan dan Dewan Kesenian dan Kebudayaan (DK3P) pada Sabtu, 04 Juni 2016 siang yang bertempat di lokasi situs Raos Pecinan, Desa Carat.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat diantaranya adalah Samsul Hidayat dari Komisi C DPRD Kabupaten Pasuruan, Drs. H.M. Ridwan Camat Gempol, Kepala Desa Carat Abdul Rohman, Sekretaris Kominfo Kabupaten Pasuruan Muslich dan beberapa undangan yang hadir.

Dalam dialog tersebut, Samsul Hidayat dari Komisi C DPRD Kabupaten Pasuruan yang membidangi pembangunan mengatakan bahwa memang akses untuk menuju Situs Raos Pecinan memang butuh sentuhan pembangunan, Apalagi jalan untuk menuju situs tersebut rusak, Selain itu juga kedepan akan diupayakan dalam peningkatan infrastruktur berupa pembangunan MCK.

"Saya pribadi mewakili Bidang Pembangunan Komisi C DPRD Kabupaten Pasuruan akan berupaya dalam meningkatkan infrastruktur untuk menuju situs Raos Pecinan ini sebagai salah satu Desa Cagar Wisata Budaya dengan pembangunan jalan dan MCK yang ada disini," terang Samsul dalam sambutannya.

Dialog Publik yang mengambil tema 'Menggali sejarah situs Pecinan sebagai media penginformasian menuju Desa Wisata Cagar Budaya' tersebut berlangsung khidmat, Dimoderatori oleh Martina Ari Saraswati, S.Sn Ketua Departemen Media Rekam IT dan Perfilman DK3P dengan menghadirkan dua narasumber yaitu dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan Jawa Timur serta Ki Bagong Sabdo Sinukarto dari Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan (DK3P) yang menjelaskan mengenai sejarah dan perkembangan situs Raos Pecinan tersebut hingga sampai saat ini.

Ki Bagong Sabdo Sinukarto, Narasumber menjelaskan jangan mempersempit budaya, Karena budaya adalah sebagai salah satu bagian dari kehidupan dan kebiasaan, Sebagai salah satu contohnya adalah kampung budaya yang ada di Dusun Sejo, banyak orang yang menganggap bahwa kampung tersebut identik dengan gambar-gambar yang ditampilkan, Padahal unsur budaya bukanlah seperti itu yang identik dengan salah satu bagian namun budaya sangat luas.

"Jangan mempersempit budaya, Budaya merupakan suatu kebiasaan dari kehidupan sehari-hari, Jangalah sirik, Tidak ada yang musrik, Karena budaya itu asik," ujar ki Bagong.

Situs Raos Pecinan memang sulit ditemukan sebelumnya, Untuk menuju kesana pengunjung harus melewati perkebunan tebu, Minimnya rambu petunjuk juga terkadang membuat para pengunjung sedikit kecewa lantaran tak menemukan lokasi situs tersebut karena lokasi situs itu berada di tengah-tengah lahan perkebunan tebu yang sangat segar.

Dengan adanya dialog publik tersebut masyarakat berharap Dusun Raos Baru, Desa Carat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan itu menjadi salah satu lokasi Desa Wisata Cagar Budaya yang dimiliki Kabupaten Pasuruan dan menjadi salah satu wawasan mengenai asal usul sejarah situs Raos Pecinan.

Sementara itu Yahya, yang asli warga Gempol mengaku bahwa ia sebelumnya tidak tahu jika terdapat situs di daerah Carat, Ketika ada kegiatan dialog publik tersebut ia baru tahu bahwa di daerahnya terdapat situs budaya.

"Saya mendengarkan banyak tentang dialog tadi, Sedikit banyak akhirnya saya tahu bahwa di Kabupaten Pasuruan sangat kaya akan lokasi cagar budaya, Meskipun saya bukan dari Dusun Raos tetapi saya sangat bangga Kecamatan Gempol nantinya akan mempunyai Desa Wisata Cagar Budaya," terang Yahya. 

DARURAT SAMPAH, FKPL GELAR BERSIH-BERSIH PASAR WISATA CHENG HOO


Pandaan - Sebagai salah satu lokasi wisata favorit di Kabupaten Pasuruan, Pasar Wisata Cheng Hoo saat ini menjadi tempat yang paling ramai dikunjungi oleh masyarakat dari penjuru daerah di Jawa Timur karena letaknya yang strategis berada diantara Malang dan Surabaya.

Namun sayang keberadaan Pasar Wisata Cheng Hoo yang banyak dikunjungi masyarakat tersebut justru menimbulkan polemik yaitu mengenai keberadaan sampah dan terlihat kotor setiap harinya akibat dampak pembuangan sampah secara liar oleh pengunjung.

Hal tersebut mendapatkan perhatian khusus dari Forum Komunikasi Peduli Lingkungan (FKPL) Kabupaten Pasuruan dalam menangani permasalahan sampah yang ada di sekitar lokasi Pasar WIsata Cheng Hoo yang setiap hari volumenya semakin meningkat dan berserakan.

Melalui program Green Village atau dapat disebut Desa Hijau, FKPL menggelar bersih-bersih sampah yang dipusatkan di lokasi Pasar Wisata Masjid Cheng Hoo pada Minggu, 29 Mei 2016 pagi yang dihadiri oleh Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi, Camat Pandaan Suwito Adi, Lurah Petungasri Pramono, Siswa siswi SMPN 1 Pandaan, Karang Taruna Opek, Pandaan Photography Ponsel (3P) dan sejumlah aktivis peduli lingkungan yang ada di Kabupaten Pasuruan.

Fatoni, Ketua FKPL mengatakan bahwa saat ini ia melihat lokasi Pasar Wisata Cheng Hoo sedang dalam 'darurat sampah', Oleh karenanya ia bersama rekan-rekannya tergerak dalam menjalankan aksi untuk membersihkan lokasi pasar wisata tersebut sebagai salah satu upaya membersihkan lingkungan menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah secara sembarangan.

"Terkait dengan timbulan sampah yang sangat banyak, Kami dari FKPL ingin memberikan pendidkan kepada masyarakat akan pentingnya kebersihan, Saya melihat pasar wisata cheng hoo ini semakin hari semakin ramai, Tetapi ironisnya tak diimbangi dengan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan," terang Fatoni, Minggu (29/05/2016).

Pihaknya terus dan senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah dalam hal penanganan lingkungan, Terutama Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pasuruan dan beberapa dinas terkait serta pemerintahan setempat untuk melakukan aksi yang nyata betapa pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan dengan memberikan contoh kepada masyarakat.

"Kami senantiasa menjalankan kegiatan secara sistematis dan rutin akan kami gelar di beberapa daerah bekerjasama dengan dinas terkait pada program FKPL, Memang perlu adanya pendidikan dan kesadaran masyarakat betapa pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan, Jika lingkungan kita bersih hidup kita juga sehat," tutup Fatoni.

Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)

Minggu, 29 Mei 2016

PROGRAM SATRYA EMAS, RESMI DILAUNCHING BUPATI


Pandaan - Bupati Pasuruan, H.M. Irsyad Yusuf, SE, MMA secara resmi melaunching program Pusat Strategi dan Pelayanan Ekonomi Maslahat atau yang disingkat dengan Satrya Emas.

Acara tersebut digelar di halaman Kantor Kecamatan Pandaan pada Jumat, 27 Juni 2016 malam yang juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan, Sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Hadir pula sutradara dan crew Film Islam Nusantara yang saat ini sedang melakukan pengambilan gambar untuk film itu di area Kabupaten Pasuruan.
Meskipun kegiatan sempat diguyur hujan. Namun, acara launching ini tetap berjalan lancar dan berlangsung meriah disaksikan oleh masyarakat sekitar, yang sejak sore sudah datang ke lokasi acara.

Dari ke-24 pimpinan Kecamatan juga ikut serta dan maju satu persatu ke atas panggung dan mengenalkan produk unggulan yang ada di wilayah mereka masing-masing sebagai salah satu program yang digagas oleh bupati yaitu strategi dan pelayanan ekonomi maslahat.

Dalam sambutannya, Irsyad mengatakan bahwa potensi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Pasuruan sangat luar biasa. Untuk itu, melalui program Satrya Emas yang digagas bersama dewan riset daerah beliau berharap dapat membantu mendorong lajunya UMKM di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Launching Satrya Emas ini juga ditandai dengan menekan tombol dan suara sirine yang dilakukan oleh Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf dengan disaksikan oleh para SKPD dan undangan serta masyarakat yang hadir.

“Dengan adanya program Satrya Emas ini, Saya berharap dapat mempercepat terwujudnya masyarakat Kabupaten Pasuruan yang Maslahat. Dan kami juga menghimbau agar masyarakat ikut berpartisipasi dalam melakukan percepatan itu, Dengan mengucap bismillahirrahmanirrohim. Program Satrya Emas malam ini resmi saya launching,” kata Irsyad.

Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)
Photografer : Riski (Sketsa Pandaan)




Rabu, 18 Mei 2016

COBAN NGEONG, WISATA ALAM YANG INDAH DAN BELUM TERJAMAH



Prigen - Dari sejumlah kawasan wisata yang ada di Kabupaten Pasuruan yang paling banyak digemari masyarakat adalah air terjun, Air terjun yang terdapat di Kabupaten Pasuruan sangat banyak jumlahnya. Saat ini yang dikelola sudah mencapai ratusan dan banyak dikunjungi oleh wisatawan sebut saja, Air Terjun Kakek Bodo Tretes, Air Terjun Coban Baung Purwosari, dan lain-lain.

Namun ada beberapa air terjun yang 'nasib' nya kurang beruntung, Seperti sebuah air terjun di kawasan Dusun Brubuh, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Air terjun yang terlihat alami dari kejauhan seolah 'mangkrak' tak terurus, Lantaran akses menuju ketempat tersebut sangatlah susah. Sebenarnya keinginan warga Dusun Brubuh mengelola air terjun tersebut, Lagi-lagi infrastrukturlah yang kurang mendukung untuk menuju lokasi tersebut.

Panji (26) warga Dusun Pakel, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa sebenarnya alam Desa Sukoreno sangatlah indah tak kalah dengan Tretes, Batu, Trawas atau daerah wisata pegunungan yang lain. Rata-rata memang daerah pegunungan didominasi dengan keberadaan air terjun. Namun sayang lokasi air terjun yang kebanyakan orang menyebut 'Coban Ngeong' ini tak mendapatkan perhatian.

"Sayang sekali memang mas Coban Ngeong ini tak mendapatkan perhatian lantaran infrastruktur dan akses menuju kesana kurang mendukung, Sebenarnya kami dari warga desa sudah berupaya untuk mengelola, Namun masih terkendala anggaran untuk itu. kami harap ada dorongan dari dinas terkait untuk merealisasikan pembangunan aksesnya." terang Panji, Rabu (18/05/2016).

Sampai sejauh ini memang keberadaan air terjun tersebut jarang sekali dihampiri, Selain akses dan infrastrukturnya yang kurang memadai juga medan untuk menuju kesana sangat berbahaya, Harus melewati tebing-tebing yang curam. Untuk menikmati keindahan panorama air terjun ini, Maka pengunjung dihimbau untuk berhati-hati dan mencari petunjuk kepada penduduk sekitar.

Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)
Photografer : M. Fariadi (Pandaan Photography Ponsel)

Jumat, 13 Mei 2016

GELAR DIALOG PUBLIK, DK3P KENALKAN 'MONTENG'



Bangil - Setelah beberapa waktu yang lalu telah dibahas mengenai senjata khas Kabupaten Pasuruan yang bernama 'Monteng' oleh Ketua Harian Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan (DK3P), Ki Bagong Sabdo Sinukarto pada media cetak yang berjudul 'Garang Tapi Humanis'.

Kini Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan (DK3P) yang didukung oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasuruan juga menggelar kegiatan dengan tema 'Dialog Publik Dalam Rangka Memperkenalkan Senjata Tradisional Monteng Kabupaten Pasuruan'.

Bertempat di Lesehan Sebani, Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan pada Kamis, 12 Mei 2016 dimulai pukul 09.00 WIB dialog publik telah resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasuruan, Muslich, SE yang didampingi oleh Anggota Bina Masyarakat Polres Pasuruan, Ipda Jumari, Pimpinan Ludruk Arboyo Surabaya, Kaswanto alias Lupus Arboyo, Perwakilan Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Sumenep, Mahendra, serta Ketua Harian DK3P, Ki Bagong Sabdo Sinukarto.

Hadir pula para Seniman Pencak, Ludruk, Dalang, Musisi, Budayawan, Perupa, Akademisi, LSM serta beberapa Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang ada di Kabupaten Pasuruan yang turut serta melihat dan penasaran terhadap 'Monteng' yang dinilai menjadi salah satu senjata sekaligus sebagai alat pertanian yang digunakan Legenda Sagiman atau Sakera pada tahun 1800-an tersebut.

Sekretaris Diskominfo Kabupaten Pasuruan, Muslich, SE menyampaikan bahwa pengenalan senjata tradisional daerah itu sangat penting, Karena nantinya 'Monteng' ini akan mengerucut pada satu rujukan dan rencananya akan dipatenkan menjadi senjata khas Kabupaten Pasuruan tentu dengan kesepakatan dari berbagai unsur dan pihak yang akan terlibat.

"Mengapa harus monteng? Kenapa tidak clurit atau yang lain? Tak lain dan tak bukan ini sangat erat kaitannya dengan 'Legenda Sagiman' atau lebih dikenal 'Sakera', Nantinya monteng yang sudah melekat di Legenda Sakera ini nanti akan dikenalkan kepada masyarakat sebagai senjata khas Kabupaten Pasuruan seperti halnya Rencong yang merupakan senjata khas D.I. Aceh, Gading dari Jawa Barat dll, Nantinya diharapkan 'Monteng' ini juga menjadi salah satu souvenir yang dimiliki Kabupaten Pasuruan untuk meningkatkan pendapatan Kabupaten Pasuruan tentunya," terang Muslich.

Dalam kesempatan tersebut dan jauh sebelum membahas monteng tersebut, Ki Bagong juga mengatakan bahwa beliau memberanikan diri untuk merubah Dewan Kesenian Kabupaten Pasuruan menjadi Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan atau lebih dikenal DK3P, Karena menurutnya nilai-nilai budaya di Kabupaten Pasuruan ini sangat banyak dan harus di eksplorasi.

"Saya coba memberanikan diri untuk merubah Dewan Kesenian menjadi Dewan Kesenian dan Kebudayaan yang tentu punya alasan, Budaya di Pasuruan ini sangat banyak namun sepertinya pemerintah tidak sempat untuk mengangkatnya, Satu hal contoh ketika ditanya apa makanan khas Kabupaten Pasuruan?, Ada yang menjawab Bakpo Telo itu salah, Jongkong, Cenil, Gatot itu makanan yang tepat dan seharusnya menjadi jawaban karena itu menjadi bagian dari salah satu budaya yang ada di Pasuruan," jelas Ki Bagong.

Oleh karena itu mengenalkan 'Monteng' kepada masyarakat juga merupakan upaya dalam mengangkat budaya yang ada di Kabupaten Pasuruan melalui 'Legenda Sagiman' atau lebih dikenal dengan nama 'Sakera' yang nantinya juga akan diupayakan dalam membina pengusaha pande besi untuk memproduksi 'Monteng' ini sebagai salah satu souvenir dan sekaligus senjata khas Kabupaten Pasuruan yang nantinya akan berdampak pada bertumbuhnya perekonomian di Kabupaten Pasuruan.

Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)
Photografer : M. Misbakhul Munir (Sketsa Pandaan)

KONVEKSI SEMPURNA, IKM YANG LAYANI HINGGA LUAR PULAU



Pandaan - Usaha konveksi merupakan salah satu jenis usaha yang tidak pernah mati sampai kapan pun. Sebab, produk konveksi selalu dibutuhkan oleh manusia mulai dari kecil hingga dewasa bahkan orang tua sekali pun.

Karena menjadi salah satu bahan dasar kebutuhan sehari-hari. Namun, karena usaha konveksi memiliki peluang tinggi maka sangat wajar jika banyak orang yang memilih jenis usaha ini juga.

Hal tersebut menjadi salah satu dorongan H. Nasrullah, Pemilik konveksi Sempurna yang terletak di Perumahan Kebonwaris I, Desa Kebonwaris, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan ini yang tentu membuat persaingan bisnis semakin kuat diantara pengusaha konveksi yang lain.

Saat ditemui, Jum'at 13 Mei 2016 pagi beliau menjelaskan bahwa bisnis konveksi yang ia jalankan ini sudah berjalan sejak 20 tahun terakhir atau tepatnya ditahun 1990-an, Berawal dari bisnis yang dirintis oleh mertuanya yang dikala itu masih berlokasi di Gg. Podorukun, Kelurahan Pandaan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan dan semakin hari semakin berkembang dengan pesat, Kini ia membuka usahanya di Perumahan Kebonwaris karena dilokasi yang lama sudah tak memungkinkan lagi untuk ditempati.

"Bisnis ini sudah ada sejak tahun 1990-an yang kala itu masih berlokasi di Gg. Podorukun Pandaan, Beberapa tahun yang lalu kami pindah karena disana sudah overload dan tidak cukup untuk menampung seluruh bahan kain dan mesin," terang Haji Nas sapaan akrabnya.

Pesanan yang beliau kerjakan datang dari berbagai macam daerah, Bahkan ada juga order dari luar pulau seperti Bali dan NTT, Setiap harinya ia mampu memproduksi ratusan kemeja pesanan dari beberapa instansi, lembaga, pondok pesantren, komunitas, hingga partai politik.

Beliau juga mengaku bahwa ketika musim menjelang kampanye partai politik, Konveksinya selalu dibanjiri oleh pesanan dari beberapa partai politik, H. Nasrullah mengaku pesanan segala macam kaos dan baju plus atribut untuk kegiatan caleg dan partai politik, mulai melimpah sejak awal musim kampanye.

"Alhamdulillah jika musim kampanye berlangsung merupakan berkah tersendiri bagi kami, Sampai terkadang ada yang kami tolak karena order terlalu banyak," ujarnya.

Hingga sejauh ini Konveksi Sempurna Pandaan mengalami perkembangan yang cukup pesat, Setiap harinya senantiasa pesanan selalu datang dari berbagai kalangan dan menjadi salah satu pendongkrak pertumbuhan Industri Kecil Menengah (IKM) melalui bisnis ekonomi kreatif di Kabupaten Pasuruan.

Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)
Photografer : Riski (Sketsa Pandaan)

PANTAU KESEHATAN SUNGAI, FKPL AJAK GURU-GURU TELITI EKOSISTEM DAS KEDUNGLARANGAN DENGAN POLA BIOTILIK

Pandaan - Upaya dalam menjaga dan melestarikan lingkungan terus dilakukan secara berkala oleh Forum Komunikasi Peduli Lingkungan (FKPL) Kab...