Jumat, 07 April 2017
MENUJU PEKAN KIM, KOMINFO BENTUK FORKIM TIAP KECAMATAN
Prigen - Melalui Sosialisasi ketentuan di Bidang Cukai bagi Kelompok Informasi se-Kabupaten Pasuruan tahun, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasuruan membentuk Forum Kelompok Informasi Masyarakat atau lebih dikenal dengan Forkim yang diselenggarakan secara berkala sampai 12 Angkatan.
Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Inna Tretes tersebut hingga kini sudah mencapai angkatan ke-8 dan yang mendapat kesempatan hadir adalah Kelompok Informasi Masyarakat yang ada diwilayah Kecamatan Pandaan dan Kecamatan Tutur.
Acara resmi dibuka pada Kamis, 06 April 2017 oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasuruan, Syaifuddin Ahmad dan dihadiri oleh Camat Pandaan, Suwito Adi beserta Camat Tutur, Edy Supriyanto.
Suwito Adi, Camat Pandaan dalam pidatonya menerangkan bahwa perkembangan informasi sampai sejauh ini sangatlah pesat, Dengan dibentuknya KIM informasi-informasi dari bawah sampai atas akan lebih cepat diketahui oleh masyarakat. Ia menyebutkan jika ingin mendapatkan informasi cukup hanya dengan membuka Smartphone sudah mendapatkan informasi secara luas.
"Perkembangan informasi sejauh ini sangatlah pesat, Dengan dibentuknya KIM masyarakat akan lebih cepat mudah menerima informasi, Apalagi saat ini informasi dalam genggaman kita. Cukup dengan membuka handphone kita sudah dapat menerima informasi," terang Suwito Adi.
Hal senada juga disampaikan oleh Syaifuddin Ahmad, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasuruan, Bahwa pesatnya informasi saat ini diharapkan setiap desa melalui KIM menunjukkan potensi daerahnya seperti yang ada di Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.
Selama ini desa tersebut dinilai masyarakat desa yang negatif dengan aksi kriminal yang dilakukan oleh warga pasuruan maupun dari luar Pasuruan, Namun jauh dari itu Desa Plososari ini memiliki potensi daerah yang luar biasa dari bidang industrinya, Seperti produksi meubel dan hasil olahan pertanian yang unggul di Kabupaten Pasuruan.
"Desa Plososari memang lebih dikenal masyarakat sebagai daerah yang negatif, Akan tetapi jauh dari itu desa tersebut memiliki kelompok informasi yang sangat luar biasa, Desa Plososari juga dijenal dengan industri meubelnya, Juga hasil olahan pertanian yang unggul di Kabupaten Pasuruan, Harapan saya KIM Desa Plososari menjadi salah satu contoh bagi KIM dari desa-desa yang lain di Kabupaten Pasuruan," kata Syaifuddin disela-sela pembukaan acara, Kamis (06/04/2017).
Materi pertama diberikan oleh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang berasal dari Desa Lumbang Rejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan dengan nama 'Formal', kelompok informasi tersebut memberikan pengalaman perjalanan kelompok sampai berhasil mengekspose hasil industri rumahan yang ada di daerah Desa Lumbangrejo dan kegiatan-kegiatan sosial produktif yang dilakukan oleh masyarakat Desa Lumbangrejo Prigen.
Materi kedua memuat dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) Kota/Kabupaten ini memuat latar belakang CHT, Aplikasi kebijaksanaan DBHCHT, Pengalokasian DBHCHT, Penyaluran sampai karakteristik daerah penerima DBHCHT yang disampaikan oleh perwakilan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pasuruan, yang membahas peredaran rokok ilegal, pita cukai rokok palsu dan bagaimana upaya dalam mengidentifikasi pita cukai palsu tersebut yang banyak beredar luas di pasaran.
Dan materi yang ketiga dipaparkan oleh Ibu Sofi dari Biro Administrasi Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur yang menyampaikan informasi mengenai dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) Kota/Kabupaten yang memuat latar belakang CHT, Aplikasi kebijaksanaan DBHCHT, Pengalokasian DBHCHT, Penyaluran sampai karakteristik daerah penerima DBHCHT.
Khoirul Anam, Anggota KIM Kecamatan Tutur mengharapkan bahwa dengan adanya sosialisasi ini akan menambah wawasan bagi kelompok informasi pada materi yang disampaikan sebagai wujud interaksi sosial dalam membantu komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah, sekaligus memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi.
"Saya berharap dengan berakhirnya sosialisasi ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi segenap kelompok informasi yang telah diundang oleh Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan, Ini sangat membantu proses interaksi dan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah," kata Anam.
Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)
Senin, 09 Januari 2017
SKATEBOARD, OLAHRAGA FAVORIT ANAK MUDA

Pandaan - Skateboard dikenal sebagai salah satu olahraga yang memacu adrenalin yang mana olah raga ini memadukan antara papan seluncur dengan roda.
Skateboard akrab dengan kalangan remaja yang hoby dengan olahraga Ekstrim. Pada perkembangannya skateboard bukan hanya sekedar hobi, Melainkan menjadi gaya hidup remaja kreatif di mana papan dan roda adalah bagian utama yang digunakan untuk olahraga ini.
Di Pandaan sendiri banyak skateboarder yang bermunculan dan selalu hadir di beberapa kesempatan acara termasuk di Car Free Day Pandaan yang digelar pada Minggu, 09 Januari 2017 pagi kemarin.
Satu persatu dari mereka unjuk gigi dihadapan para pengunjung CFD pagi itu, Mereka menampilkan performa terbaiknya tak terkecuali skateboarder wanita juga tampak terlihat di aksi yang mereka lakukan.
Muhammad Mukhlis Tegar Hariyanto, Salah satu skateboarder mengatakan bahwa ia bersama komunitas skateboardnya membutuhkan tempat khusus skateboard atau yang lebih populer disebut 'Skatepark'.
"Saya pribadi memberikan usul kepada dinas terkait, atau yang berwenang untuk memberikan ruang bagi kami atau skatepark, Biar hobi teman-teman ini bisa tersalurkan," terang Tegar, Minggu (09/01/2017).
Dengan adanya skatepark maka kegiatan-kegiatan anak remaja juga dapat diarahkan kepada hal-hal yang positif, Serta menjauhkan para remaja dari bahaya narkoba, game dan obat-obatan terlarang.
Doni Suhendro, seorang Psikolog menegaskan, Sejauh ini generasi muda Indonesia sudah jarang sekali yang mempunyai prestasi di bidang olahraga, Minat para remaja kali ini cenderung ke arah permainan atau game dan yang paling parah berujung pada narkoba.
Untuk itu bakat dan minat remaja yang menggandrungi skateboard ini harus didukung dan diberikan fasilitas agar mereka dapat berprestasi di kancah olahraga Kabupaten Pasuruan.
"Saya pribadi menyayangkan kepada beberapa generasi muda saat ini yang telah kecanduan game, Ketika saya melihat ada beberapa remaja yang bermain skateboard, Justru saya mendukung agar mereka diberikan ruang khusus untuk menyalurkan hobi mereka agar mempunyai dampak posisif bagi perkembangan remaja saat ini," tegas Doni.
Disatu sisi Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga telah melahirkan Dinas baru, Yakni Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pasuruan, Diharapkan nantinya dengan adanya perencanaan program dinas baru tersebut, Dapat memberikan sarana dan fasilitas 'Skatepark' bagi para skateboarder di Kabupaten Pasuruan.
Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)
Minggu, 08 Januari 2017
TREND SEPATU RODA, KEMBALIKAN FUNGSI CFD

Pandaan - Setelah sekian lama menuai pro dan kontra terkait pelaksanaan Car Free Day yang beralih fungsi dari ruang terbuka untuk berolahraga menjadi pasar dadakan, Kini Car Free Day perlahan kembali pada fungsi asalnya yaitu untuk berolahraga.
Menyambut tahun baru kali ini suasana CFD Pandaan yang digelar pada Minggu, 08 Januari 2017 pagi tadi terlihat beberapa anak kecil dan para remaja sedang bermain sepatu roda dan skate board.
Hal tersebut menepis kontra dari masyarakat yang menganggap bahwa Car Free Day hanya sebagai ajang untuk berjualan saja, Akan tetapi perlahan Car Free Day kembali berfungsi seperti tujuan utamanya.
Mokhammad Ilyas (34), Salah satu orang tua yang mendampingi anaknya bermain sepatu roda mengatakan memang tujuan utama ia datang ke CFD untuk memanjakan anaknya bermain sepatu roda, Karena lokasinya sangat tepat di jalan raya CFD tersebut.
"Saya kesini untuk memanjakan anak saya bermain sepatu roda, Karena didaerah saya sangat sulit sekali medannya sehingga saya harus mengajak anak saya ke CFD ini untuk bermain sepatu roda," terang Ilyas, Minggu (08/01/2016).
Boomingnya sepatu roda yang menjadi salah satu olahraga favorit yang mulai berkembang di Surabaya dan kini masuk ke wilayah Pasuruan tersebut berdampak pada suasana Car Free Day Pandaan.
Tetapi memang masih banyak ruang-ruang padat sehingga anak-anak merasa kesulitan untuk bermain sepatu roda dan olahraga lainnnya, Dikarenakan memang jumlah pengunjung CFD juga semakin banyak.
Ilyas menambahkan nantinya ia berharap ada ruang khusus untuk menyalurkan hobi berolahraga bagi para pengunjung yang ingin bersepeda, bersepatu roda, skate board dan olahraga lainnya
"Saya berharap nanti ada ruang khusus untuk berolahraga, Biar tidak didominasi oleh para pedagang saja di CFD, Agar para pengunjung bisa menyalurkan hobinya," tutup Ilyas.
Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)
Minggu, 11 Desember 2016
MOBIL PICK-UP, MASIH BANYAK DIGUNAKAN ANGKUT ORANG
Pandaan - Sejak terjadi kecelakaan lalu lintas menimpa rombongan pick-up yang mengangkut dan menewaskan puluhan orang dijalur Pasuruan-Probolinggo beberapa tahun silam, Praktis pemerintah Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia melalui dinas terkait dan kepolisian membuat larangan penggunaan pick-up (mobil bak terbuka) untuk mengangkut orang.
Slamet Siswoyo (45), Salah seorang sopir pick-up mengatakan bahwa pengangkutan orang menggunakan bak terbuka menurutnya sangat efisien, Selain itu penumpang juga tak terlalu banyak mengeluarkan biaya walaupun resiko yang ditimbulkan juga cukup besar.
"Menurut saya cukup efisien jika menggunakan pick-up ini mas, Soalnya orang-orang juga tak mau keluar ongkos banyak, Selain itu juga bisa angkut banyak orang," kata Slamet, Minggu (11/12/2016).
Namun hal itu bertolak belakang terhadap keterangan yang diberikan oleh Amang Mulahela (58), Purnakarya Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan, Beliau menilai bahwa dengan pemberlakuan pemerintah tersebut dilanggar oleh banyak pengemudi mobil bak terbuka, Resiko kecelakaan pun juga cukup besar jika mobil bak terbuka digunakan untuk mengangkut orang.
"Wong aturan sudah jelas kok masih saja dilanggar, Padahal kecelakaan pun juga sering terjadi pada pick-up yang digunakan untuk mengangkut orang, Sudah pernah terjadi di Probolinggo kemarin juga belum menimbulkan efek jera bagi pengendara," terang Amang.
Larangan penggunaan mobil bak terbuka ini sudah berlaku di Kabupaten Pasuruan dan bahkan beberapa kota di Indonesia, Oleh karenanya pemberlakuan ini bersifat paten untuk mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas pada penggunaan mobil bak terbuka yang digunakan mengangkut orang.
Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)
Sabtu, 10 Desember 2016
FAISAL, UDIN DAN SAFAI CERMIN KESEDERHANAAN PELAJAR JAMAN NOW

Prigen - Kondisi kehidupan desa dan kehidupan kota memang sangat jauh berbeda, Hal tersebut dikarenakan oleh perkembangan teknologi yang sangat pesat di daerah perkotaan sehingga secara otomatis membentuk pola pikir seseorang untuk hidup lebih praktis.
Saat ini jarang sekali anak sekolah terlihat berangkat dan pulang dengan berjalan kaki, Apalagi hidup di perkotaan yang dimanjakan dengan teknologi transportasi modern seperti mobil, sepeda motor, angkot maupun ojek tersebut menjadi salah satu alat utama beberapa orang tua yang mengantarkan anaknya ke sekolah yang justru menjadi jurang ketergantungan dan pendidikan yang jauh dari kemandirian.
Namun pemandangan berbeda terlihat di Dusun Sukolilo, Desa Sukolilo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Saat Sketsa Pasuruan melakukan penelusuran obyek di daerah tersebut beberapa hari yang lalu menjumpai tiga sahabat kecil sedang berjalan pulang sekolah sembari bercanda seakan mereka larut dalam kebahagiaan.
Mereka bertiga bernama Faisal, Udin dan Safai yang duduk di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sukolilo Prigen yang berada di Dusun Ganti, Desa Sukolilo yang diketahui jarak dari sekolah kerumah mereka pun juga cukup lumayan jauh.
Tetapi hal tersebut tak menjadi halangan yang berarti buat ketiga sahabat ini. Setiap hari mereka bertiga senantiasa berangkat dan pulang bersama-sama, bercanda, tertawa dan bermain sudah menjadi di jalan adalah kebiasaan mereka sehari-hari.
Transportasi umum di daerah ini pun sangat jarang, Oleh karenanya gaya hidup yang dilakukan oleh warga sekitar adalah dengan berjalan kaki. Disamping itu keberadaan dan kondisi alam pun juga mendukung, Kesejukan dan kesegaran suasana alami masih terasa di Dusun Sukolilo ini.
Faisal (8), mengatakan bahwa ia dan teman-temannya setiap hari berjalan kaki menuju sekolah sembari bercanda dan tak terasa perjalanan yang ia lakukan dengan menempuh beberapa kilometer dari rumahnya pun juga tak terasa.
"Yah jalan kaki mas tiap hari sama anak-anak gini, Tidak ada yang mengantar, Orang tua sibuk ke sawah semua," kata Faisal.
M. Zainuddin (30), Seorang tenaga pendidik asal Sukorejo, angkat bicara soal potret sederhana yang ada di Dusun Sukolilo tersebut, Ia menganggap bahwa kondisi seperti itu dapat dijadikan salah satu contoh bagaimana pembentuk pola pikir pada pendidikan anak usia dini dan pendidikan terhadap beberapa orang tua untuk mengajarkan agar tidak tergantung dengan teknologi transportasi saja serta menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dengan berjalan kaki.
"Baik ini sebagai contoh terhadap orang tua yang memanjakan anaknya, Berangkat diantar, Pulang dijemput mengakibatkan anak menjadi malas, Apalagi kecanduan gadget saat ini pun juga menjadi konsumsi sehari-hari. Ini sangat jelas terasa dan berdampak kepada perkembangan pola pikir anak. Oleh karenanya saya senang masih dapat melihat kondisi seperti ini walaupun jarang terlihat," jelas Zainuddin.
Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)
Jumat, 09 Desember 2016
TALANG ABANG, JEMBATAN SALURAN AIR PENINGGALAN BELANDA DI PANDAAN"
Pandaan - Salah satu aset peninggalan Belanda yang tersisa di Pandaan adalah 'Talang Abang', Tempat tersebut merupakan aliran air yang konon sebagai tempat atau jalur pengiriman barang dengan kapal getek oleh tentara Belanda.
Bangunan tersebut terletak di Dusun Winong, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan. Banyak sekali masyarakat yang mengunjungi tempat ini karena keeksotisan bangunan tersebut serta keindahan alamnya.
Ahmad Yazid (35), warga Sidoarjo yang datang ke lokasi mengira bahwa dari bawah terlihat Talang Abang tersebut seperti jembatan yang dapat dilewati orang atau kendaraan, Namun sebenarnya adalah saluran air.
"Sebelumnya saya kira jembatan tersebut dapat dilewati motor, Tidak tahunya adalah saluran air," ucap Yazid.
Memang nampak dari bawah bangunan tersebut seperti jembatan yang dapat dilalui kendaraan, Namun sebenarnya jika dilihat dari atas adalah saluran air (kanal) hingga masyarakat sekitar menyebutnya 'Talang Abang'.
Disebut Talang Abang (dalam bahasa jawa talang adalah saluran air, red) karena saluran air tersebut berwarna kemerahan, Warna cat merah tersebut diartikan simbol yang menurut cerita adalah tumpah darah para pejuang yang berperang demi Negara Indonesia dari penjajahan kolonial Belanda.
Di bawah jembatan saluran air itu juga terdapat sungai yang banyak bebatuan besar. Di bangun dengan struktur yang unik terdapat lekukan lima oleh arsitek kolonial Belanda saat itu.
Sayang jembatan ini nampak tak terawat, umur bangunan pun juga sudah mencapai ratusan tahun, Namun juga banyak masyarakat yang penasaran terhadap kondisi, lokasi dan keindahan bangunan ini dengan latar belakang Gunung Penanggungan yang sangat menawan itu.
"Saya jauh-jauh dari Pasuruan sebenarnya hanya ingin tahu kondisi dan lokasi bangunan ini mas, Dengar-dengar bagus dan alamnya sangat indah. Memang benar disini udaranya segar dan kondisi alamnya juga sangat sejuk," kata Yazid.
Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)
Bangunan tersebut terletak di Dusun Winong, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan. Banyak sekali masyarakat yang mengunjungi tempat ini karena keeksotisan bangunan tersebut serta keindahan alamnya.Ahmad Yazid (35), warga Sidoarjo yang datang ke lokasi mengira bahwa dari bawah terlihat Talang Abang tersebut seperti jembatan yang dapat dilewati orang atau kendaraan, Namun sebenarnya adalah saluran air.
"Sebelumnya saya kira jembatan tersebut dapat dilewati motor, Tidak tahunya adalah saluran air," ucap Yazid.
Memang nampak dari bawah bangunan tersebut seperti jembatan yang dapat dilalui kendaraan, Namun sebenarnya jika dilihat dari atas adalah saluran air (kanal) hingga masyarakat sekitar menyebutnya 'Talang Abang'.
Disebut Talang Abang (dalam bahasa jawa talang adalah saluran air, red) karena saluran air tersebut berwarna kemerahan, Warna cat merah tersebut diartikan simbol yang menurut cerita adalah tumpah darah para pejuang yang berperang demi Negara Indonesia dari penjajahan kolonial Belanda.
Di bawah jembatan saluran air itu juga terdapat sungai yang banyak bebatuan besar. Di bangun dengan struktur yang unik terdapat lekukan lima oleh arsitek kolonial Belanda saat itu.
Sayang jembatan ini nampak tak terawat, umur bangunan pun juga sudah mencapai ratusan tahun, Namun juga banyak masyarakat yang penasaran terhadap kondisi, lokasi dan keindahan bangunan ini dengan latar belakang Gunung Penanggungan yang sangat menawan itu.
"Saya jauh-jauh dari Pasuruan sebenarnya hanya ingin tahu kondisi dan lokasi bangunan ini mas, Dengar-dengar bagus dan alamnya sangat indah. Memang benar disini udaranya segar dan kondisi alamnya juga sangat sejuk," kata Yazid.
Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)
Kamis, 08 Desember 2016
DUSUN KEBONAGUNG PRIGEN, PESONA KEINDAHAN ALAM PASURUAN
Prigen - Keindahan alam wisata Kecamatan Prigen memang sangat menawan, Terlebih Prigen saat ini menjadi daerah wisata pegunungan unggulan di Kabupaten Pasuruan dengan jargon 'Pasuruan City of Mountain'.
Wilayah geografis Kecamatan Prigen terletak di daerah Pegunungan, Dikelilingi oleh Gunung Arjuno dan Gunung Welirang yang menjadikan daerah ini cocok sebagai tempat peristirahatan atau berlibur.
Sketsa Pasuruan melihat kondisi alam daerah timur geografis Prigen yang lokasinya mirip dengan wisata 'Paralayang' yang berlokasi di Gunung Banyak, Kota Batu. Daerah tersebut adalah Dusun Kebonagung.
Dusun Kebonagung sendiri terletak di Desa Sukolilo, Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan, Daerah ini terletak di ujung selatan perbatasan antara Desa Sukolilo dan Kelurahan Ledug.
Pesona keindahan alam ketinggian, Menjadikan dusun ini nampak indah terlihat dari atas disaat siang ataupun malam hari. Tak heran jika beberapa warga atau masyarakat sekitar juga menamai 'Paralayang Pasuruan'.
Sayifi Rofiq, Warga Dusun Kebonagung menjelaskan bahwa memang daerahnya tersebut masih belum terkespose sampai keluar, Bahkan tidak ada yang tahu jika Dusun Kebonagung ini tak kalah menarik dengan wisata Paralayang yang ada di Batu.
"Saya rekreasi tak perlu jauh-jauh ke Batu mas, di dusun saya sendiri ini kalau malam sudah seperti Paralayang," terang Rofiq, Kamis (08/12/2016).
Kalau dilihat pada malam hari dari ketinggian dusun ini nampak ribuan titik lampu berwarna-warni dari berbagai daerah dapat terlihat dengan sangat mempesona
Mulai dari Pandaan, Gempol, Beji, Sukorejo dll menjadi sajian utamanya berpadu dengan bintang dilangit, bekedip layaknya kunang-kunang tersapu udara. Dan pada pagi harinya dapat menikmati suguhan pesona terbitnya matahari dari ufuk timur.
Inilah salah satu pesona keindahan alam Pasuruan yang menjadi salah satu embrio destinasi wisata pegunungan Prigen, Rofiq berharap nantinya daerah Kebonagung mendapat legalitas oleh sentuhan pemerintah dan dipromosikan menjadi wisata unggulan Pasuruan.
"Semoga pemerintah menjadikan Kebonagung ini menjadi daerah wisata yang diresmikan dan dikelola oleh pemerintah melalui Badan Promosi Pariwisata Daerah mas," jelas Rofiq.
Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)
Langganan:
Postingan (Atom)
PANTAU KESEHATAN SUNGAI, FKPL AJAK GURU-GURU TELITI EKOSISTEM DAS KEDUNGLARANGAN DENGAN POLA BIOTILIK
Pandaan - Upaya dalam menjaga dan melestarikan lingkungan terus dilakukan secara berkala oleh Forum Komunikasi Peduli Lingkungan (FKPL) Kab...
-
"MBAH PANDAK, SANG WALI PENDIRI PANDAAN" Pandaan - Pandaan merupakan salah satu diantara 24 Kecamatan yang berada di wilayah Ka...
-
Pandaan - Sejak diresmikan pada tanggal 27 Januari 2008 oleh Bupati Pasuruan kala itu Alm. H. Jusbakir Aldjufri SH, MM keberadaan Masjid M...
-
Pandaan - Sejak adanya peningkatan status dari desa menjadi kelurahan dekade tahun 1980-an sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri N...



