Senin, 09 Januari 2017

SKATEBOARD, OLAHRAGA FAVORIT ANAK MUDA


Pandaan - Skateboard dikenal sebagai salah satu olahraga yang memacu adrenalin yang mana olah raga ini memadukan antara papan seluncur dengan roda.

Skateboard akrab dengan kalangan remaja yang hoby dengan olahraga Ekstrim. Pada perkembangannya skateboard bukan hanya sekedar hobi, Melainkan menjadi gaya hidup remaja kreatif di mana papan dan roda adalah bagian utama yang digunakan untuk olahraga ini.

Di Pandaan sendiri banyak skateboarder yang bermunculan dan selalu hadir di beberapa kesempatan acara termasuk di Car Free Day Pandaan yang digelar pada Minggu, 09 Januari 2017 pagi kemarin.

Satu persatu dari mereka unjuk gigi dihadapan para pengunjung CFD pagi itu, Mereka menampilkan performa terbaiknya tak terkecuali skateboarder wanita juga tampak terlihat di aksi yang mereka lakukan.

Muhammad Mukhlis Tegar Hariyanto, Salah satu skateboarder mengatakan bahwa ia bersama komunitas skateboardnya membutuhkan tempat khusus skateboard atau yang lebih populer disebut 'Skatepark'.

"Saya pribadi memberikan usul kepada dinas terkait, atau yang berwenang untuk memberikan ruang bagi kami atau skatepark, Biar hobi teman-teman ini bisa tersalurkan," terang Tegar, Minggu (09/01/2017).

Dengan adanya skatepark maka kegiatan-kegiatan anak remaja juga dapat diarahkan kepada hal-hal yang positif, Serta menjauhkan para remaja dari bahaya narkoba, game dan obat-obatan terlarang.

Doni Suhendro, seorang Psikolog menegaskan, Sejauh ini generasi muda Indonesia sudah jarang sekali yang mempunyai prestasi di bidang olahraga, Minat para remaja kali ini cenderung ke arah permainan atau game dan yang paling parah berujung pada narkoba.

Untuk itu bakat dan minat remaja yang menggandrungi skateboard ini harus didukung dan diberikan fasilitas agar mereka dapat berprestasi di kancah olahraga Kabupaten Pasuruan.

"Saya pribadi menyayangkan kepada beberapa generasi muda saat ini yang telah kecanduan game, Ketika saya melihat ada beberapa remaja yang bermain skateboard, Justru saya mendukung agar mereka diberikan ruang khusus untuk menyalurkan hobi mereka agar mempunyai dampak posisif bagi perkembangan remaja saat ini," tegas Doni.

Disatu sisi Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga telah melahirkan Dinas baru, Yakni Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pasuruan, Diharapkan nantinya dengan adanya perencanaan program dinas baru tersebut, Dapat memberikan sarana dan fasilitas 'Skatepark' bagi para skateboarder di Kabupaten Pasuruan.

Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)

Minggu, 08 Januari 2017

TREND SEPATU RODA, KEMBALIKAN FUNGSI CFD


Pandaan - Setelah sekian lama menuai pro dan kontra terkait pelaksanaan Car Free Day yang beralih fungsi dari ruang terbuka untuk berolahraga menjadi pasar dadakan, Kini Car Free Day perlahan kembali pada fungsi asalnya yaitu untuk berolahraga.

Menyambut tahun baru kali ini suasana CFD Pandaan yang digelar pada Minggu, 08 Januari 2017 pagi tadi terlihat beberapa anak kecil dan para remaja sedang bermain sepatu roda dan skate board.

Hal tersebut menepis kontra dari masyarakat yang menganggap bahwa Car Free Day hanya sebagai ajang untuk berjualan saja, Akan tetapi perlahan Car Free Day kembali berfungsi seperti tujuan utamanya.

Mokhammad Ilyas (34), Salah satu orang tua yang mendampingi anaknya bermain sepatu roda mengatakan memang tujuan utama ia datang ke CFD untuk memanjakan anaknya bermain sepatu roda, Karena lokasinya sangat tepat di jalan raya CFD tersebut.

"Saya kesini untuk memanjakan anak saya bermain sepatu roda, Karena didaerah saya sangat sulit sekali medannya sehingga saya harus mengajak anak saya ke CFD ini untuk bermain sepatu roda," terang Ilyas, Minggu (08/01/2016).

Boomingnya sepatu roda yang menjadi salah satu olahraga favorit yang mulai berkembang di Surabaya dan kini masuk ke wilayah Pasuruan tersebut berdampak pada suasana Car Free Day Pandaan.

Tetapi memang masih banyak ruang-ruang padat sehingga anak-anak merasa kesulitan untuk bermain sepatu roda dan olahraga lainnnya, Dikarenakan memang jumlah pengunjung CFD juga semakin banyak.

Ilyas menambahkan nantinya ia berharap ada ruang khusus untuk menyalurkan hobi berolahraga bagi para pengunjung yang ingin bersepeda, bersepatu roda, skate board dan olahraga lainnya

"Saya berharap nanti ada ruang khusus untuk berolahraga, Biar tidak didominasi oleh para pedagang saja di CFD, Agar para pengunjung bisa menyalurkan hobinya," tutup Ilyas.

Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)

Minggu, 11 Desember 2016

MOBIL PICK-UP, MASIH BANYAK DIGUNAKAN ANGKUT ORANG




Pandaan - Sejak terjadi kecelakaan lalu lintas menimpa rombongan pick-up yang mengangkut dan menewaskan puluhan orang dijalur Pasuruan-Probolinggo beberapa tahun silam, Praktis pemerintah Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia melalui dinas terkait dan kepolisian membuat larangan penggunaan pick-up (mobil bak terbuka) untuk mengangkut orang.

Slamet Siswoyo (45), Salah seorang sopir pick-up mengatakan bahwa pengangkutan orang menggunakan bak terbuka menurutnya sangat efisien, Selain itu penumpang juga tak terlalu banyak mengeluarkan biaya walaupun resiko yang ditimbulkan juga cukup besar.

"Menurut saya cukup efisien jika menggunakan pick-up ini mas, Soalnya orang-orang juga tak mau keluar ongkos banyak, Selain itu juga bisa angkut banyak orang," kata Slamet, Minggu (11/12/2016).

Namun hal itu bertolak belakang terhadap keterangan yang diberikan oleh Amang Mulahela (58), Purnakarya Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan, Beliau menilai bahwa dengan pemberlakuan pemerintah tersebut dilanggar oleh banyak pengemudi mobil bak terbuka, Resiko kecelakaan pun juga cukup besar jika mobil bak terbuka digunakan untuk mengangkut orang.

"Wong aturan sudah jelas kok masih saja dilanggar, Padahal kecelakaan pun juga sering terjadi pada pick-up yang digunakan untuk mengangkut orang, Sudah pernah terjadi di Probolinggo kemarin juga belum menimbulkan efek jera bagi pengendara," terang Amang.

Larangan penggunaan mobil bak terbuka ini sudah berlaku di Kabupaten Pasuruan dan bahkan beberapa kota di Indonesia, Oleh karenanya pemberlakuan ini bersifat paten untuk mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas pada penggunaan mobil bak terbuka yang digunakan mengangkut orang.

Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)

Sabtu, 10 Desember 2016

FAISAL, UDIN DAN SAFAI CERMIN KESEDERHANAAN PELAJAR JAMAN NOW


Prigen - Kondisi kehidupan desa dan kehidupan kota memang sangat jauh berbeda, Hal tersebut dikarenakan oleh perkembangan teknologi yang sangat pesat di daerah perkotaan sehingga secara otomatis membentuk pola pikir seseorang untuk hidup lebih praktis.

Saat ini jarang sekali anak sekolah terlihat berangkat dan pulang dengan berjalan kaki, Apalagi hidup di perkotaan yang dimanjakan dengan teknologi transportasi modern seperti mobil, sepeda motor, angkot maupun ojek tersebut menjadi salah satu alat utama beberapa orang tua yang mengantarkan anaknya ke sekolah yang justru menjadi jurang ketergantungan dan pendidikan yang jauh dari kemandirian.

Namun pemandangan berbeda terlihat di Dusun Sukolilo, Desa Sukolilo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Saat Sketsa Pasuruan melakukan penelusuran obyek di daerah tersebut beberapa hari yang lalu menjumpai tiga sahabat kecil sedang berjalan pulang sekolah sembari bercanda seakan mereka larut dalam kebahagiaan.

Mereka bertiga bernama Faisal, Udin dan Safai yang duduk di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sukolilo Prigen yang berada di Dusun Ganti, Desa Sukolilo yang diketahui jarak dari sekolah kerumah mereka pun juga cukup lumayan jauh.

Tetapi hal tersebut tak menjadi halangan yang berarti buat ketiga sahabat ini. Setiap hari mereka bertiga senantiasa berangkat dan pulang bersama-sama, bercanda, tertawa dan bermain sudah menjadi di jalan adalah kebiasaan mereka sehari-hari.

Transportasi umum di daerah ini pun sangat jarang, Oleh karenanya gaya hidup yang dilakukan oleh warga sekitar adalah dengan berjalan kaki. Disamping itu keberadaan dan kondisi alam pun juga mendukung, Kesejukan dan kesegaran suasana alami masih terasa di Dusun Sukolilo ini.

Faisal (8), mengatakan bahwa ia dan teman-temannya setiap hari berjalan kaki menuju sekolah sembari bercanda dan tak terasa perjalanan yang ia lakukan dengan menempuh beberapa kilometer dari rumahnya pun juga tak terasa.

"Yah jalan kaki mas tiap hari sama anak-anak gini, Tidak ada yang mengantar, Orang tua sibuk ke sawah semua," kata Faisal.

M. Zainuddin (30), Seorang tenaga pendidik asal Sukorejo, angkat bicara soal potret sederhana yang ada di Dusun Sukolilo tersebut, Ia menganggap bahwa kondisi seperti itu dapat dijadikan salah satu contoh bagaimana pembentuk pola pikir pada pendidikan anak usia dini dan pendidikan terhadap beberapa orang tua untuk mengajarkan agar tidak tergantung dengan teknologi transportasi saja serta menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dengan berjalan kaki.

"Baik ini sebagai contoh terhadap orang tua yang memanjakan anaknya, Berangkat diantar, Pulang dijemput mengakibatkan anak menjadi malas, Apalagi kecanduan gadget saat ini pun juga menjadi konsumsi sehari-hari. Ini sangat jelas terasa dan berdampak kepada perkembangan pola pikir anak. Oleh karenanya saya senang masih dapat melihat kondisi seperti ini walaupun jarang terlihat," jelas Zainuddin.

Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)

Jumat, 09 Desember 2016

TALANG ABANG, JEMBATAN SALURAN AIR PENINGGALAN BELANDA DI PANDAAN"

Pandaan - Salah satu aset peninggalan Belanda yang tersisa di Pandaan adalah 'Talang Abang', Tempat tersebut merupakan aliran air yang konon sebagai tempat atau jalur pengiriman barang dengan kapal getek oleh tentara Belanda.

Bangunan tersebut terletak di Dusun Winong, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan. Banyak sekali masyarakat yang mengunjungi tempat ini karena keeksotisan bangunan tersebut serta keindahan alamnya.

Ahmad Yazid (35), warga Sidoarjo yang datang ke lokasi mengira bahwa dari bawah terlihat Talang Abang tersebut seperti jembatan yang dapat dilewati orang atau kendaraan, Namun sebenarnya adalah saluran air.

"Sebelumnya saya kira jembatan tersebut dapat dilewati motor, Tidak tahunya adalah saluran air," ucap Yazid.

Memang nampak dari bawah bangunan tersebut seperti jembatan yang dapat dilalui kendaraan, Namun sebenarnya jika dilihat dari atas adalah saluran air (kanal) hingga masyarakat sekitar menyebutnya 'Talang Abang'.

Disebut Talang Abang (dalam bahasa jawa talang adalah saluran air, red) karena saluran air tersebut berwarna kemerahan, Warna cat merah tersebut diartikan simbol yang menurut cerita adalah tumpah darah para pejuang yang berperang demi Negara Indonesia dari penjajahan kolonial Belanda.

Di bawah jembatan saluran air itu juga terdapat sungai yang banyak bebatuan besar. Di bangun dengan struktur yang unik terdapat lekukan lima oleh arsitek kolonial Belanda saat itu.

Sayang jembatan ini nampak tak terawat, umur bangunan pun juga sudah mencapai ratusan tahun, Namun juga banyak masyarakat yang penasaran terhadap kondisi, lokasi dan keindahan bangunan ini dengan latar belakang Gunung Penanggungan yang sangat menawan itu.

"Saya jauh-jauh dari Pasuruan sebenarnya hanya ingin tahu kondisi dan lokasi bangunan ini mas, Dengar-dengar bagus dan alamnya sangat indah. Memang benar disini udaranya segar dan kondisi alamnya juga sangat sejuk," kata Yazid.

Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)

Kamis, 08 Desember 2016

DUSUN KEBONAGUNG PRIGEN, PESONA KEINDAHAN ALAM PASURUAN





Prigen - Keindahan alam wisata Kecamatan Prigen memang sangat menawan, Terlebih Prigen saat ini menjadi daerah wisata pegunungan unggulan di Kabupaten Pasuruan dengan jargon 'Pasuruan City of Mountain'.

Wilayah geografis Kecamatan Prigen terletak di daerah Pegunungan, Dikelilingi oleh Gunung Arjuno dan Gunung Welirang yang menjadikan daerah ini cocok sebagai tempat peristirahatan atau berlibur.

Sketsa Pasuruan melihat kondisi alam daerah timur geografis Prigen yang lokasinya mirip dengan wisata 'Paralayang' yang berlokasi di Gunung Banyak, Kota Batu. Daerah tersebut adalah Dusun Kebonagung.

Dusun Kebonagung sendiri terletak di Desa Sukolilo, Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan, Daerah ini terletak di ujung selatan perbatasan antara Desa Sukolilo dan Kelurahan Ledug.

Pesona keindahan alam ketinggian, Menjadikan dusun ini nampak indah terlihat dari atas disaat siang ataupun malam hari. Tak heran jika beberapa warga atau masyarakat sekitar juga menamai 'Paralayang Pasuruan'.

Sayifi Rofiq, Warga Dusun Kebonagung menjelaskan bahwa memang daerahnya tersebut masih belum terkespose sampai keluar, Bahkan tidak ada yang tahu jika Dusun Kebonagung ini tak kalah menarik dengan wisata Paralayang yang ada di Batu.

"Saya rekreasi tak perlu jauh-jauh ke Batu mas, di dusun saya sendiri ini kalau malam sudah seperti Paralayang," terang Rofiq, Kamis (08/12/2016).

Kalau dilihat pada malam hari dari ketinggian dusun ini nampak ribuan titik lampu berwarna-warni dari berbagai daerah dapat terlihat dengan sangat mempesona

Mulai dari Pandaan, Gempol, Beji, Sukorejo dll menjadi sajian utamanya berpadu dengan bintang dilangit, bekedip layaknya kunang-kunang tersapu udara. Dan pada pagi harinya dapat menikmati suguhan pesona terbitnya matahari dari ufuk timur.

Inilah salah satu pesona keindahan alam Pasuruan yang menjadi salah satu embrio destinasi wisata pegunungan Prigen, Rofiq berharap nantinya daerah Kebonagung mendapat legalitas oleh sentuhan pemerintah dan dipromosikan menjadi wisata unggulan Pasuruan.

"Semoga pemerintah menjadikan Kebonagung ini menjadi daerah wisata yang diresmikan dan dikelola oleh pemerintah melalui Badan Promosi Pariwisata Daerah mas," jelas Rofiq.

Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)

Rabu, 07 Desember 2016

KISAH MBAH PANDAK, WALI PENDIRI PANDAAN


"MBAH PANDAK, SANG WALI PENDIRI PANDAAN"
Pandaan - Pandaan merupakan salah satu diantara 24 Kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Pasuruan, Pandaan juga mempunyai jumlah penduduk yang sangat padat dan mayoritas penduduk daerah ini berdagang.
Hal itu dikarenakan perekonomian didaerah ini berkembang dengan sangat pesat. Industri, Pasar Modern dan Tempat Kuliner pun juga berdiri di Pandaan. Oleh karenanya tak heran julukan 'Metropolis Pasuruan' pun disematkan kepada Pandaan.
Namun, Pandaan juga memiliki ikatan sejarah yang sangat kuat, Banyak versi cerita turun temurun mengenai Pandaan. Salah satu yang tersohor adalah mengenai keberadaan sosok orang tua yang bernama 'Mbah Pandak'.
Kami berkesempatan menelusuri salah satu Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rukun Bhakti Pandaan yang berada di wilayah Lingkungan Turus, Kelurahan Pandaan. Disana bersemayam wali pendiri Pandaan yang bernama Mbah Pandak itu.
Tembok kokoh 3 dimensi dengan ukuran 9 m² mengelilingi makam dan beratap genting yang dibangun seperti sebuah surau. Pada salah satu sisi tembok makam terdapat papan yang bertuliskan 'Pesarean Makam Mbah Pandak'. Di sekitar juga tak ditemukan keterangan yang jelas mengenai angka tahun dan data tertulis lainnya wafat wali pendiri Pandaan tersebut.
Silo (33), warga Kampung Baru Pandaan, Yang tinggal disekitar area makam tersebut bercerita bahwa ia pernah melihat ada sosok orang tua dengan postur pendek yang kerap kali menampakkan diri di sekitar makam. Dengan ukuran tubuh yang pendek tersebut orang-orang disini menyebutnya Mbah Pendek atau Mbah Pandak.
"Beberapa tahun silam saya pernah melihat sosok tua dengan postur yang pendek yang sering menampakkan diri di makam ini mas, Orang-orang yang lain pun dari dulu juga demikian. Oleh karenanya orang-orang menyebutnya Mbah Pendek atau Mbah Pandak itu yang sekarang jadi nama Kecamatan Pandaan," cerita Silo,
Beragam cerita mengenai berdirinya Pandaan pun juga lahir dari berbagai versi, Ada juga yang menyebut bahwa Pandaan itu merupakan sebuah tempat pemberhentian tentara kerajaan sehingga dinamakan 'Pandekan' (tempat berhenti) yang diubah menjadi Pandaan.
Tak heran jika memang Pandaan menjadi salah satu tempat tujuan para wisatawan domestik yang hanya ingin melepas lelah atau sekedar berbelanja mencari oleh-oleh ke Pandaan.
Untuk menghormati jasa-jasa yang dilakukan oleh Mbah Pandak, Masyarakat Kelurahan Pandaan membangun makam beliau dengan cara swadaya hingga menjadi bangunan yang tampak istimewa diantara bangunan makam yang lain.
Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan) Editor : Mokhammad Sofyan (Sketsa Pandaan)

PANTAU KESEHATAN SUNGAI, FKPL AJAK GURU-GURU TELITI EKOSISTEM DAS KEDUNGLARANGAN DENGAN POLA BIOTILIK

Pandaan - Upaya dalam menjaga dan melestarikan lingkungan terus dilakukan secara berkala oleh Forum Komunikasi Peduli Lingkungan (FKPL) Kab...