Rabu, 16 November 2016

KELURAHAN PANDAAN, JANTUNG PERDAGANGAN DAN PEREKONOMIAN PASURUAN


Pandaan - Sejak adanya peningkatan status dari desa menjadi kelurahan dekade tahun 1980-an sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 26 tahun 2006 Bab IV tentang perubahan status Desa menjadi Kelurahan, Kelurahan Pandaan menunjukkan bahwa memang daerah ini sebagai jantung dari perekonomian di wilayah Kecamatan Pandaan.

Saat itu memang Desa Pandaan sebelum berubah menjadi Kelurahan Pandaan memang memiliki syarat luas wilayah tidak berubah, jumlah penduduk lebih 8.000 (delapan ribu) jiwa atau 1.600 (seribu enam ratus) kepala keluarga.

Sarana dan prasarana pemerintahan bagi terselenggaranya pemerintahan juga sangat layak, potensi ekonomi berupa jenis, jumlah usaha jasa dan produksi, serta keanekaragaman mata pencaharian terutama perdagangan.

Kondisi sosial budaya masyarakat berupa keanekaragaman status penduduk dan perubahan dari masyarakat agraris ke masyarakat industri dan jasa serta meningkatnya kuantitas dan kualitas pelayanan di wilayah Desa Pandaan saat itu.

Nur Yasin, Tokoh Masyarakat yang tinggal di wilayah Kelurahan Pandaan mengatakan bahwa dahulu sebelum statusnya berubah menjadi kelurahan, Desa Pandaan memiliki 3 Dusun yang meliputi Dusun Turus, Dusun Magersari, dan Dusun Plumbon.

Namun dalam perkembangannya saat ini di Kelurahan Pandaan memiliki 6 Rukun Warga dan beberapa lingkungan yang tiap lingkungan dipimpin oleh Ketua Rukun Warga (RW) yang juga merangkap sebagai Ketua Lingkungan atau di wilayah desa disebut sebagai Ketua Dusun (Kasun).

"Dahulu Pandaan hanya memiliki 3 Dusun yaitu Dusun Turus, Dusun Magersari dan Dusun Plumbon, Namun dalam perkembangannya menjadi Kelurahan ada peningkatan menjadi lingkungan yang menyebutkan bahwa tiap dusun disebut sebagai lingkungan," terang Nur Yasin saat ditemui di kediamannya, Rabu (16/11/2016) pagi.

Kelurahan Pandaan kini memiliki 6 Rukun Warga (RW) yang meliputi RW 1 Turus, RW 2 Pesantren, Podorukun dan Niaga, RW 3 Marathon dan Gg. Rapi, RW 4 Magersari, RW 5 Sidomukti, Sidodadi dan Sidomulyo serta RW 6 Plumbon.

Masing-masing lingkungan tersebut memiliki beberapa wilayah jantung perekonomian, Sebut saja Turus dan Plumbon memiliki wilayah yang berdiri Pasar Baru Pandaan yang menjadi salah satu jantung perekonomian yang sangat pesat di wilayah Kecamatan Pandaan bahkan di Kabupaten Pasuruan. Di wilayah Turus tersebut juga terdapat wilayah tambahan diambil dari Kelurahan Jogosari yang bernama Kampung Baru.

Wilayah kampung baru ini sebenarnya adalah kompleks makam yang dijadikan wilayah bagi para pendatang yang berasal dari Madura dan menjadi salah satu wilayah RW 1Turus, Di wilayah Kampung Baru ini juga bersemayam salah satu wali tokoh pendiri Pandaan yang bernama 'Mbah Pandak'.

RW 2  Pesantren, Podorukun dan Niaga berdiri beberapa toko bahan bangunan dan sejumlah toko alat tulis dan kantor serta Pasar Senggol yang bertempat di eks Pasar Lama Pandaan yang menyediakan aneka kebutuhan fashion.

RW 3  Marathon dan Gang Rapi, banyak berdiri pusat jajanan kuliner dan toko elektronik disepanjang Jl. Urip Sumoharjo memutar ke arah Jl. Pahlawan Sunaryo, Di jalan tersebut juga dikenal dengan pusat penjualan bunga yang digunakan untuk ziarah kubur, Apalagi ketika malam jum'at tiba, Tak jarang pedagang disana meraup rejeki di tiap bulannya.

RW 4 Magersari dikenal dengan daerah santri, Dahulu wilayah tersebut berdiri sebuah Pondok Pesantren yang diasuh oleh KH. Musyaffa' dan mempunyai ribuan pengikut dan santri dari berbagai daerah, Juga berdiri pula bangunan Kantor Kecamatan Pandaan serta Gedung Perpusatakaan yang sangat megah dan baru selesai dibangun pada tahun 2016 ini.

RW 5 Sidomukti, Sidodadi dan Sidomulyo dikenal dengan kampung pembuat kue basah dan jajanan tradisional. Setiap harinya wilayah ini senantiasa ramai dikunjungi oleh saudagar-saudagar penjual kue keliling yang mengambil kue untuk dijajakan. Diwilayah ini juga berdiri Pondok Pesantren Sunan Drajat yang diasuh oleh KH. Ahmad Munadi yang memiliki ribuan santri.

Yang terakhir dan mempunyai wilayah yang terbesar adalah RW 6 Plumbon, Wilayah ini dikenal dengan wilayah Industri. Perusahaan-perusahaan besar banyak berdiri di wilayah Plumbon dan sekitarnya, Sebut saja PT. Swedish Match, PT. Widatra Bhakti dll.

Wilayah ini berdiri pula gelanggang olahraga yang sangat legendaris dan menjadi salah satu kebanggaan warga Pandaan yang dinamakan 'Stadion Plumbon Pandaan'. Stadion ini beberapa kali menjadi saksi bisu perhelatan bergengsi di Kabupaten Pasuruan, Kerap kali juga digunakan sebagai tempat pameran dan beberapa kegiatan pemerintahan.

Inilah beberapa potensi perekonomian yang dimiliki Kelurahan Pandaan dan menjadikan Kelurahan Pandaan menjadi salah satu wilayah dengan perekonomian yang paling pesat di Kabupaten Pasuruan melalui perdagangan.

Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)

Senin, 14 November 2016

MELALUI MUSIK, FKPL SAMPAIKAN PESAN PEDULI LINGKUNGAN


Pandaan - Program grebek sampah yang dilakukan oleh Forum Komunikasi Peduli Lingkungan (FKPL) Kabupaten Pasuruan bersama Reggae Community Pandaan pada Car Free Day Minggu, 13 November 2016 kemarin mendapatkan antusias dan respon yang sangat luar biasa oleh masyarakat.

Fatoni, Ketua Umum FKPL Kabupaten Pasuruan mengatakan ia melakukan gerakan sweaping sampah di Car Free Day berharap mewujudkan lingkungan bersih dan sehat dan menyampaikan pesan kepedulian lingkungan melalui musik reggae.

Tak tanggung-tanggung yang ia juga menggandeng pemerintahan, beberapa komunitas se-Kabupaten Pasuruan dan perusahaan besar di Pandaan dan komunitas pecinta lingkungan dalam menyampaikan pesan kepedulian lingkungan tersebut.

"Untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat dan menyampaikan pesan kepedulian lingkungan melalui musik, Pada intinya kami melakukan apa yang bisa kami lakukan terkait kepedulian lingkungan dari pada kita hanya bisa mencela, Komen negatif dan diam di tempat, Lingkungan adalah tempat tinggal kita dan kita sendiri yang harus bertanggung jawab atas lingkungan," jelas Fatoni ketika dihubungi via media sosialnya, Senin (14/11/2016).

Dengan upaya tersebut diharapkan nantinya akan ada perubahan mindset (pola pikir) masyarakat terhadap kepedulian lingkungan. Akhir-akhir ini kita sering melihat dan bahkan sampah selalu berserakan di sekitar Car Free Day seusai kegiatan tersebut berakhir.

Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)
Photografer : Arfiani Ridha Alana (Sketsa Pandaan)

Minggu, 13 November 2016

GREBEG SAMPAH CFD, FKPL DAN REGGAE COMMUNTY AJAK SEGENAP KOMUNITAS SADAR PADA LINGKUNGAN


Pandaan - Untuk menciptakan suasana yang bersih dan sehat di lingkungan Car Free Day Pandaan Forum Komunikasi Peduli Lingkungan (FKPL) Kabupaten Pasuruan dan Reggae Community Pandaan menggelar program grebeg sampah yang didukung juga oleh puluhan komunitas dan perusahaan di lingkungan Kabupaten Pasuruan pada Minggu, 13 November 2016.

Mudiono, Salah satu anggota dari Lembaga Lingkungan Hidup (LLH) Lumbangrejo Prigen yang juga turut ikut ke jalan mengatakan bahwa upaya grebeg sampah seperti ini memang sangat sering dilakukan, Namun juga tak memberikan perubahan yang dilakukan masyarakat. Rata-rata volume yang dihasilkan selalu banyak dan berserakan pasca Car Free Day.

"Berbagai upaya sudah sering dilakukan tetapi juga belum membuahkan hasil yang maksimal terhadap lingkungan. Paling tidak dengan berkali-kali upaya grebeg sampah seperti yang kita lakukan ini memberikan perubahan kepada lingkungan agar lingkungan Car Free Day terlihat bersih dan sehat, Kalau melihat setelah Car Free Day sangat miris ketika melihat sampah yang berserakan," kata Mudiono, Minggu (13/11/2016).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan rute menyisir dari Perempatan Pandaan berjalan menuju depan Rumah Makan Cianjur tempat panggung Reggae yang dilanjutkan dengan sosialisasi dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih di Car Free Day oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pasuruan, Ir. Muchaimin dan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi.

Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)

SELAMATAN DESA PANDAAN, GELAR KIRAB ANCAK KELILING


Pandaan - Di bulan Safar ini ada sesuatu yang berbeda di Kelurahan Pandaan, Setelah absen puluhan tahun kali ini Kelurahan Pandaan menggelar selamatan desa yang rencananya akan dilangsungkan serentak selama 2 hari berturut-turut pada 18-19 November 2016 di Pendopo Kelurahan Pandaan

Kegiatan selamatan desa ini didukung oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasuruan dan juga melibatkan masyarakat se-Kelurahan Pandaan termasuk pemuda dan Ketua Rukun Tetangga dan Rukun Warga se-Kelurahan Pandaan.

Machmud, SH, Lurah Pandaan mengatakan bahwa acara selamatan desa ini dijadwalkan akan ada beberapa serangkaian kegiatan, Dihari pertama akan digelar Khataman Al-Qur'an dan Istigotsah serta Sholawatan yang diiringi dengan Albanjari, Sedangkan dihari yang kedua akan digelar Kirab Ancak dan Parade Drum Band serta Hiburan Wayang Kulit dengan Dalang Ki Tanoyo.

"Nantinya akan ada beberapa kegiatan yang akan berlangsung selama 2 hari itu, yang pertama Khataman Al-Qur'an dan Istigotsah serta Sholawatan yang diiringi dengan Albanjari, Sedangkan dihari yang kedua akan digelar Kirab Ancak dan Parade Drum Band serta Hiburan Wayang Kulit dengan Dalang Ki Tanoyo," terang Mahmud dihubungi via ponsel, Minggu (13/11/2016) pagi.

Lebih lanjut ia menjelaskan khusus untuk Kirab Ancak akan dilangsungkan mengelilingi Kelurahan Pandaan dan mengunjungi beberapa sesepuh Pandaan yang telah wafat, Rute yang dijadwalkan start di Lapangan Plumbon masuk Jl. Pepaya lurus melewati Jl. Sidomukti keluar Jl. Urip Sumoharjo melewati Simpang Empat (Perempatan Pandaan) dan berbelok menuju Jl. Pahlawan Sunaryo. Setelah di Simpang Tiga Turus berbelok kiri menuju Jl. Pesantren keluar melewati Jl. Urip Sumoharjo dan finish di Pendopo Kelurahan Pandaan.

"Untuk kirab nantinya akan dilakukan mengelilingi wilayah se-Kelurahan Pandaan yang start dimulai di Lapangan Plumbon dan finish di Pendopo Kelurahan lagi, Dan juga yang paling utama kita nanti bersama-sama akan mengunjungi makam sesepuh Pandaan seperti Mbah Pandak yang makamnya berlokasi di Makam Kampung Baru Lingkungan Turus," jelas Machmud.

Diharapkan nantinya kegiatan selamatan desa ini akan diperingati setiap tahunnya dan menjadi suasana yang berbeda dan berkesan bagi warga dan masyarakat Pandaan setelah beberapa tahun absen dalam menggelar kegiatan selamatan desa.

Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)

Minggu, 16 Oktober 2016

ABDUL KHAMID, PENJUAL BIPANG DAN TING-TING JAHE YANG UNIK


Pandaan - Abdul Khamid begitu nama lengkap beliau yang merupakan kakek penjual makanan 'Bipang (Jipang)' legendaris keliling asal Kota Pasuruan yang mempunyai ciri khas dengan menjajakan barang dagangannya dengan model parikan (pantun).

'Jipang Kurpuk, Anti Mabuk' begitulah salah satu jargon yang beliau bunyikan ketika menjajakan barang dagangannya di Car Free Day Pandaan yang berlangsung pada Minggu, 16 Oktober 2016 pagi.

Pakdhe Khamid, begitu ia dipanggil menjual jipang (bipang, red) keliling disekitar Pandaan sudah sejak puluhan tahun yang lalu, Banyak sekali masyarakat yang tak asing dengan slogan-slogan yang ia bunyikan ketika berjualan melalui parikan (pantun).

Di usia yang sudah mencapai 80 tahun tersebut juga tak menghalangi semangat beliau dalam berjualan, jipang (bipang) yang beliau jual bermerk 'jangkar' dan ting-ting jahe yang merupakan makanan tersohor di Pasuruan.

Beliau mengatakan bahwa dengan menjual jipang (bipang) dan ting-ting jahe menggunakan parikan (pantun) mempunyai daya tarik tersendiri baginya. Banyak orang mengenal beliau melalui pantun-pantun yang ia bunyikan ketika berjualan.

"Saya sudah sejak puluhan tahun lalu berjualan dengan model parikan seperti ini, Alhamdulillah setiap hari untung yang saya peroleh cukup lumayan banyak untuk menyambung hidup," kata Khamid, Minggu (16/10/2016) pagi.

Setiap hari beliau berkeliling di sekitar Pasuruan dan Pandaan menjajakan barang dagangannya dengan parikan (pantun) lucu yang menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi pembeli yang mendengarnya.

Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)
Photografer : Riski (Sketsa Pandaan)









Senin, 10 Oktober 2016

TERSUMBAT SAMPAH, WARGA DESA GLAGAHSARI LAKUKAN BERSIH-BERSIH SUNGAI


Sukorejo - Berdasarkan data Badan Meteorologi dan Klimatologi, Bulan Oktober 2016 wilayah Pasuruan telah memasuki musim penghujan dengan curah hujan 50 - 100 mm.

Cuaca dengan curah hujan tersebut memiliki potensi hujan deras dan berakibat meluapnya volume sungai di beberapa wilayah di Kabupaten Pasuruan.

Dalam Upaya menghadapi musibah banjir akibat meningkatnya volume sungai, Masyarakat Desa Glagasari, Kecamatan Sukorejo menggelar grebeg sampah sungai pada Minggu, 09 Oktober 2016 kemarin.

Grebeg sampah sungai dilakukan di Sungai Dusun Palang yang terletak di perbatasan antara Desa Lemahbang dan Desa Glagahsari. Ikut serta dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Glagasari Pratika Hidayat mengatakan bahwa banyaknya sampah yang menumpuk di sungai tersebut kemungkinan karena banjir kiriman dari Desa Pakukerto.

"Sepertinya sampah-sampah yang mengotori sampah di wilayah perbatasan ini adalah kiriman banjir dari arah Desa Pakukerto," kata Kades Glagahsari Hidayat, Senin (10/10/2016) pagi.

Kegiatan atas peran serta Pemerintah Desa, Pemuda Karang Taruna dan Masyarakat setempat ini mampu memindahkan tumpukan sampah yang tersangkut di sungai. Diharapkan aliran sungai akan lancar dan masyarakat terhindar dari bencana banjir.

Fatony, Ketua Forum Komunikasi Pedulu Lingkungan (FKPL) Kabupaten Pasuruan menerangkan memang dibutuhkan kesadaran lebih dari masyarakat untuk menjaga kebersihan aliran sungai, baik dari hulu hingga ke hilir agar aliran sungai lancar tanpa kendala sesuai dengan program FKPL 'Save on the River'.

"Kesadaran masyarakatlah yang memang kita butuhkan untuk menjaga sungai agar tetap bersih dari hulu hingga hilir dan merealisasikan program FKPL 'Save On The River', terang Toni.

Berbagai upaya dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi musim penghujan. Hal itu membuktikan bahwa masyarakat tidak ingin mengalami bencana banjir yang tentunya merugikan. Dengan menjaga kelestarian alam dan lingkungan, maka manusia telah melakukan upaya pencegahan dari bahaya bencana alam.

Jurnalis : Mokhammad Sofyan (Sketsa Pandaan)

Kamis, 06 Oktober 2016

LAMA BERPISAH, ALUMNI MTSN PANDAAN 2002 GELAR TEMU KANGEN


Pandaan - Alumni Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Pandaan angkatan 2002, menggelar reuni di C'Bezt Fried Chicken Taman Dayu Pandaan pada Minggu, 12 Oktober 2016. Reuni kedua ini dihelat setelah mereka 14 tahun berpisah lamanya.

Reuni angkatan tersebut digagas melalui media sosial group BlackBerry Messenger (BBM) dan WhatssApp. Selain sebagai wujud syukur, reuni digelar untuk meningkatkan silahturahmi antar alumni yang 14 tahun terputus.

Motor penggerak pelaksana reuni, M. Sofyan Hadi (30) mengaku, melalui pertemuan alumni menjadi alat untuk menyatukan kembali hubungan mantan-mantan siswa-siswi yang tak pernah lagi bertemu setelah 14 tahun.

“Selain mempererat silaturahmi, sekaligus mengenang-ngenang kembali masa-masa sekolah,” aku Hadi, Kamis (06/10/2016)

Acara reuni semakin meriah dengan dilakukan beberapa kegiatan mulai dengan lomba sampai dengan karaoke hingga pembagian beberapa doorprize yang hadir bersama di C'Bezt Fried Chicken Taman Dayu Pandaan, Hampir sebagian siswa datang bersama dengan keluarganya.

“Selama 14 tahun akhirnya kami bisa berkumpul kembali. Dengan diadakan reuni dan temu kangen ini saya pribadi ingin senantiasa bersilaturrahmi dan terus berkomunikasi dengan teman-teman,” lanjut Hadi.

Sementara Arif Rahman (31), Juga salah satu motor penggerak alumni berharap, ajang silaturahmi bersama teman-teman menjadi kekal. Dengan digelarnya kegiatan reuni dan temu kangen alumni MTsN Pandaan angkatan 2002 ini diharapkan menjadi salah satu contoh dan semangat dalam menghimpun siswa dan siswi serta menyemarakkan acara reuni di tahun mendatang.

“Reuni ini bukan kegiatan untuk membandingkan status, tapi ungkapan rasa persahabatan, melepas rindu sesama teman lama, sekaligus menjadi teman bersama selamanya apapun keadaannya sekarang. Reuni ini adalah reuni kedua yang paling berkesan setelah puluhan tahun berpisah serta kita banyak belajar terhadap pengalaman reuni kecil tetapi sangat meriah di tahun ini,” ucap Arif.

Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)

PANTAU KESEHATAN SUNGAI, FKPL AJAK GURU-GURU TELITI EKOSISTEM DAS KEDUNGLARANGAN DENGAN POLA BIOTILIK

Pandaan - Upaya dalam menjaga dan melestarikan lingkungan terus dilakukan secara berkala oleh Forum Komunikasi Peduli Lingkungan (FKPL) Kab...