Minggu, 31 Mei 2015

DINILAI KURANG PRAKTIS, KOREK API KAYU JARANG LAGI DIGUNAKAN


Pandaan - Api merupakan penemuan penting dalam sejarah peradaban manusia. Api menjadi salah satu sumber kehidupan manusia selain udara, tanah, dan air. Banyak sekali usaha yang dilakukan untuk mendapatkan api.

Sejarah mencatat bahwa sejarah penemuan api adalah dengan cara menggesekkan batu dengan sesama batu untuk membuat percik api atau dengan menggesekkan kayu. Tujuan dari pengendalian api beberapa di antaranya adalah untuk penerangan, untuk memasak, untuk membersihkan hutan.

Dan peradaban penggunaan api sendiri berkembang sampai pembuatan korek api, Ada sejumlah korek api dari berbagai merk yang pernah beredar di pasar yang namun saat ini sudah tidak diproduksi lagi karena sudah tidak praktis lagi digunakan dan ada penemuan yang lebih modern dengan menggunakan gas.

Saat ini penggunaan korek api gas yang juga aman dan praktis lebih banyak digunakan dibanding korek api gesek berbahan dasar kayu dan fosfor serta klorat, korek api gesek dari kayu juga tetap dapat bertahan.

Meskipun korek api kayu produksinya jauh lebih murah karena tetapi juga dapat menghasilkan limbah setelah pembakaran, Oleh karenanya penggunaan korek tersebut saat ini dikurangi dan digantikan dengan korek gas.

Ahmad Saiful (29), Pengusaha korek api kayu asal Pandaan mengatakan bahwa saat ini jarang sekali beberapa kios menjual korek api kayu, Faktor yang paling mendasar adalah terlalu ribet penggunaannya dan pasti menghasilkan limbah. Walaupun biayanya lebih murah korek api kayu kini kurang diminati di pasaran.

"Kini penggunaan korek kayu sudah sangat jarang sekali penggunanya, Penggunaan korek gas jauh lebih praktis, Namun masih saja ada beberapa yang masih menggunakan korek api kayu, Biasanya orang tua yang memakai karena tak bisa menggunakan korek gas," ujar Saiful.

Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)

TAZOS, MAINAN ERA '90-AN YANG TERLUPAKAN


Pandaan - Salah satu mainan yang sempat populer di era 1990-an adalah Tazoz, Benda tersebut menjadi salah satu konsumsi dan mainan anak-anak setiap hari. Secara umum Tazoz adalah kepingan yang terbuat dari bahan plastic fiber yang merupakan hadiah dari makanan ringan Chiki, Jet-Z dan Chitato

Tokoh-tokoh yang menghiasi gambar Tazos diantaranya adalah kartun Looney Tunes yang terdiri dari Bugs Bunny, Daffy Duck, Porky Pig, Elmer Fudd, Sylvester, Tweety, Marvin the Martian, Taz, Wile E. Coyote dan Road Runner, Foghorn Leghorn, Yosemite Sam, Pepé Le Pew, Speedy Gonzales dan masih banyak lagi.

Bentuk Tazos sendiri sebetulnya bermacam-macam, mulai dari lingkaran, segi delapan, sampai lingkaran bergerigi (bentuk inilah yang paling terkenal di Indonesia). Permainan sederhana seperti ini sangatlah populer sebelum teknologi masuk ke Indonesia.

Di era tersebut anak-anak bermain dengan menggunakan alat yang seadanya. Namun kini, mereka sudah bermain dengan permainan-permainan berbasis teknologi yang berasal dari luar negeri dan mulai meninggalkan mainan tradisional. Seiring dengan perubahan zaman, Permainan tradisional perlahan-lahan mulai terlupakan oleh anak-anak Indonesia. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang sama sekali belum mengenal permainan tradisional.

Agus Salim alias Dasbor (23), Kolektor Tazos menyampaikan bahwa permainan tradisional sesungguhnya memiliki banyak manfaat bagi anak-anak. Selain tidak mengeluarkan banyak biaya, permainan-permainan tradisional sebenarnya sangat baik untuk melatih mental anak karena permainan tradisional lebih banyak menggunakan kreativitas tangan untuk merangkai dan juga dapat melatih kemampuan sosial para pemainnya.

"Memang tak dapat dipungkiri kemajuan teknologi membuat generasi saat ini lebih banyak bermain alat elektronik, Tak seperti jaman saya dulu yang suka pada permainan tradisional, Oleh karena itu tazos ini tetap saya koleksi sampai sekarang dan menunjukkan kepada anak saya bahwa mainan saya sampai sekarang masih ada," ujar Agus kepada Sketsa Pandaan, Rabu (18/05).

Inilah hal yang membedakan salah satu permainan tradisional dengan permainan modern. Secara tidak langsung, anak-anak akan dirangsang kreativitas, ketangkasan, jiwa kepemimpinan, kecerdasan, dan keluasan wawasannya melalui permainan tradisional.

Para psikolog menilai bahwa sesungguhnya mainan tradisional mampu membentuk motorik anak, baik kasar maupun halus. Salah satu permainan yang mampu membentuk motorik anak adalah Tazos tersebut. Dimana motorik halus lebih digunakan dalam permainan ini. Pada permainan itu anak-anak melakukan kreativitas membentuk kepingan menjadi sebuah benda imajinasi yang dapat digunakan sebagai hiasan ataupun mainan sehingga berbentuk menyerupai robot dan beberapa bentuk yang lain.

Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan) 

Jumat, 29 Mei 2015

KLOROFIL, ORGANISASI PEDULI LINGKUNGAN PANDAAN


Pandaan - Melihat semakin menurunnya kualitas lingkungan hidup di Indonesia, khususnya Kabupaten Pasuruan maka perlu dilakukan suatu pergerakan. Oleh karena itu beberapa pemuda-pemudi Kelurahan Pandaan tergerak untuk berpartisipasi dalam upaya penyelamatan lingkungan hingga terbentuklah komunitas aktivis pecinta lingkungan dengan nama 'Klorofil'.

Secara ilmiah klorofil memiliki arti zat hijau daun dalam tumbuhan yang dibentuk dan beranggotakan beberapa pumuda-pemudi yang memiliki misi memelihara dan menghijaukan lingkungan dari beberapa daerah di Kabupaten Pasuruan terutama wilayah Pandaan.

Kegiatan perdana dari pergerakan ini adalah Pandaan Go Green, yaitu suatu Gerakan Pandaan Bersih dan Bebas Sampah yang bekerja sama dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pasuruan dan dibantu oleh Organisasi Pemuda Kemuning (Opek) Sumbersuko, Gempol.

Mokhammad Sofyan (27), Koordinator Pandaan Go Green menyampaikan bahwa sasaran utama kegiatan tersebut yaitu merubah pola pikir masyarakat serta menyadarkan masyarakat akan membuang sampah pada tempatnya, Karena saat ini kesadaran masyarakat sangat kurang terhadap bahaya sampah yang sangat berpotensi merusak lingkungan.

"Sasaran dan tjuan utama kami adalah merubah pola pikir masyarakat serta menyadarkan masyarakat akan membuang sampah pada tempatnya, Karena saat ini kesadaran masyarakat sangat kurang terhadap bahaya sampah yang sangat berpotensi merusak lingkungan," jelas Sofyan kepada Sketsa Pandaan, Rabu (18/05)

Dari total kerusakan alam di muka bumi ini paling besar dihasilkan oleh manusia dan sisanya dari alam itu sendiri. Dengan adanya kegiatan Car Free Day (CFD) yang sangat banyak sekali menyumbang sampah di jalanan Pandaan, Hal itu cukup meresahkan dan mengganggu keindahan jalanan kota.

Diharapkan, nantinya kiprah Klorofil ini tidak berhenti pada Pandaan Go Green saja, Masih banyak kegiatan-kegiatan positif lain yang mampu membawa manfaaat bagi lingkungan hidup dan alam seperti pendidikan lingkungan, dll.

Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)

Kamis, 28 Mei 2015

GREBEG SAMPAH SUNGAI 2015, DIGELAR SERENTAK DI 4 LOKASI




Pandaan - Dalam rangka mewujudkan wilayah Kabupaten Pasuruan Maslahat yang bersih dan sehat, Forum Komunikasi Kabupaten Pasuruan Sehat (FKKPS) melakukan kegiatan 'Grebeg Sampah Sungai' yang serentak dilakukan di 4 wilayah di Kabupaten Pasuruan, yaitu Purwosari, Sukorejo, Pandaan dan Gempol pada Jum'at, 29 Mei 2015 yang dimulai pukul 06.00-09.00 WIB.

Turut hadir Bupati Pasuruan HM. Irsyad Yusuf, S.E, MMA akan memantau kegiatan ini besok di 4 (empat) wilayah secara bergantian yang dimulai dari Kecamatan Purwosari, Kecamatan Sukorejo, Kecamatan Pandaan dan Kecamatan Gempol

Untuk wilayah Kecamatan Pandaan koordinator kegiatan dihandel oleh 'Klorofil' yaitu Organisasi Pegiat lingkungan Pandaan dan kegiatan tersebut didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam hal ini adalah Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pasuruan,

Beberapa komunitas peduli lingkungan juga turut serta mensukseskan acara seperti Yayasan Alam Hijau Pasuruan, Pandaan Exopet Lovers (PANEL), Pandaan Photography Ponsel (3P), Wallwriters Pandaan, SMA Maarif NU Pandaan, SMA Yayasan Pandaan, Air Mineral Total, Pedagang Kaki Lima (PKL) disekitar Kelurahan Pandaan dan Petugas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kelurahan Pandaan dikerahkan dalam kegiatan ini.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu target Pemerintah Kecamatan Pandaan dan 4 (empat) wilayah Kecamatan Pandaan yang meliputi Kelurahan Pandaan, Kelurahan Jogosari, Kelurahan Kutorejo dan Kelurahan Petungasri.

Titik fokus kegiatan akan dilakukan di 2 titik yaitu Sampah Pasar Pandaan dan melakukan pembersihan Sungai Wringinanom serta sampah sepanjang kawasan industri sampai menuju pasar depan Kelurahan Pandaan untuk menjadikan wilayah yang bersih dan sehat serta terbebas dari sampah dan mengubah pola pikir masyarakat agar tidak membuang sampah secara sembarangan.

Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)

Senin, 25 Mei 2015

SKETSA, KOMUNITAS PENGGERAK INFORMASI PANDAAN



Sebagai salah satu bagian dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasuruan, Sketsa Pandaan berfungsi sebagai wahana penggerak partisipasi aktif masyarakat dalam hal penyampaian informasi dan penyalur aspirasi masyarakat Pandaan dan sekitarnya melalui media dan pergerakan yang mempunyai aktivitas pokok berupa :

A. Akses Informasi, yaitu mengakses informasi langsung dari lapangan maupun dari sumber.

B. Diskusi, yaitu setelah mengakses informasi kemudian dilakukan diskusi, tukar menukar informasi, memecahkan suatu permasalahan.

C. Implementasi, yaitu tahapan yang sebelumnya diputuskan akan menerapkan dan mendayagunakan pengetahuan atau informasi yang diperoleh.

Manusia sebagai makhluk sosial tentunya tidak terlepas dari informasi. Informasi sejatinya sangat berguna bagi manusia untuk kelanjutan hidupnya. Karena dengan informasi kita mampu meraih peluang lebih banyak, Muncul kesempatan baru yang layak untuk dicoba.

Berbicara mengenai informasi itu sendiri, harus kita sadari bahwa informasi terbagi menjadi informasi yang positif (bermanfaat) dan informasi yang negatif (tidak memiliki nilai manfaat).

Informasi positif menjadi penting bagi kita untuk mendapatkannya, karena dengan itulah input yang akan masuk ke pikiran kita diharapkan mampu meningkatkan kualitas kehidupan kita sebagai manusia. Namun berbeda halnya dengan informasi yang negatif, harus ada fungsi kontrol yang berarti bagi kita untuk berupaya mencegahnya.

Perkara dalam kehidupan sehari-hari yang sering kita temui adalah cukup banyak dari kita yang terpaksa ketinggalan informasi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, Salah satu yang paling rasional adalah ketika kita tidak mau berusaha untuk mencari dan menggali informasi positif tersebut.

Oleh karenanya, mengingat pentingnya kehadiran informasi bagi kita, maka adalah suatu keharusan bagi kita untuk berupaya sesuai dengan kemampuan untuk mencari dan menggali sebanyak-banyaknya informasi yang positif. Inilah fungsi dan tugas pokok kami dari Sketsa Pandaan sebagai Media Informasi Pandaan.

Penulis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)

Kamis, 21 Mei 2015

SYEKHER MANIA PANDAAN, TAULADANI SIFAT DAN SIKAP RASULULLAH SAW


Pandaan - Syekher Mania Pandaan adalah komunitas tempat berhimpun dan berkumpulnya pecinta Al Habib Syech Bin Abdul Qadir Asseggaf.

Dalam dakwahnya beliau selalu mengajak pengikutnya untuk selalu Cinta Allah SWT, Cinta Nabi Muhammad SAW dan Cinta terhadap sesama. Meneruskan serta nguri nguri dakwah para Habaib, Masyayikh dan Sholihin terdahulu.

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf adalah salah satu putra dari 16 bersaudara putra-putri Alm. Al-Habib Abdulkadir bin Abdurrahman Assegaf (tokoh alim dan imam Masjid Jami’ Asegaf di Pasar Kliwon Solo), berawal dari pendidikan yang diberikan oleh guru besarnya yang sekaligus ayah handa tercinta, Habib Syech mendalami ajaran agama dan akhlaq para leluhurnya.

Salah satu upaya dalam menegakkan ajaran agama, Beliau senantiasa mengiringi syiar cinta Rasulnya dalam setiap pengajian yang beliau ajarkan, Tanpa disadari banyak umat yang tertarik dan mengikuti majelisnya, Termasuk pengikut yang berasal dari Pandaan yang menamakan diri Syekher Mania Pandaan tersebut.

Riska Trisnanda Safitri (22), Pengikut Syekher Mania menerangkan bahwa banyak sekali pelajaran dan hikmah yang diambil dalam mengikuti beberapa kegiatan Syekher Mania tersebut, Salah satunya adalah pentingnya kita mengingat Allah SWT serta mentauladani sifat-sifat Rasulullah SAW.

"Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT saya bisa berkumpul dengan komunitas ini, Banyak sekali pelajaran-pelajaran berharga dan hikmah yang dapat saya ambil ketika bersama-sama mengikuti ajaran Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Salah satunya kita senantiasa mengingat Allah SWT dan mentauladani sifat-sifat Rasulullah SAW," terang Riska kepada Sketsa Pandaan

Sampai sekarang dalam dakwahnya, Habib Syech senantiasa melantunkan syair-syair indah nan menggetarkan hati Sholawat Shimthud Durror di berbagai daerah di seluruh Indonesia dengan ribuan jama’ah yang tergabung dalam Ahbabul Musthofa. Mereka para Syekher Mania mengikuti dan mendalami tentang pentingnya cinta kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW dalam kehidupan ini.

Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)

PERINGATI HARI JADI KABUPATEN PASURUAN KE-1086, PEMERINTAH BAGIKAN DURIAN GRATIS PADA MASYARAKAT




Pandaan - Festival Durian Kakap (Khas Kabupaten Pasuruan) telah digelar pada tanggal 07-08 Maret 2015 mulai pagi hari di Kompleks Pasar Wisata Masjid Cheng Hoo Pandaan. Festival Durian Kakap tersebut digagas oleh Bupati Pasuruan, H.M Irsyad Yusuf menampilkan sebanyak 1086 durian asli Kabupaten Pasuruan sekaligus peresmian Pasar wisata dan Sentra oleh-oleh wisata religi Masjid Cheng Hoo Pandaan.

Festival ini diikuti oleh 8 Kecamatan penghasil buah durian yakni Kecamatan Lumbang, Pasrepan, Purwodadi, Purwosari, Puspo dan sejumlah kecamatan lainnya. Selain festival buah, pada hari tersebut juga dimeriahkan oleh Terbang Laro yang merupakan warisan budaya asal Desa Cendono, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

Hadi Sunaryo (29), Salah satu peserta yang berasal dari Dusun Pesanggrahan, Desa Cendono, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan mengaku senang ketika sebelumnya mendengar informasi bahwa Pemda akan membagikan gratis durian kepada masyarakat. Oleh karenanya ia sangat antusias dalam mengikuti acara tersebut.

"Alhamdulillah saya sangat senang sekali pemda membuat acara seperti ini, Kebetulan saya juga sangat maniak sekali dengan durian, Walaupun jauh-jauh dari Purwosari saya datang," ujar Hadi kepada Sketsa Pandaan.

Festival durian kakap ini nantinya akan digelar oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pasuruan setiap tahun untuk meningkatkan salah satu komoditas pertanian yang ada di Kabupaten Pasuruan.

Jurnalis : Mahdi Ramadhan Muzakky (Sketsa Pandaan)

PANTAU KESEHATAN SUNGAI, FKPL AJAK GURU-GURU TELITI EKOSISTEM DAS KEDUNGLARANGAN DENGAN POLA BIOTILIK

Pandaan - Upaya dalam menjaga dan melestarikan lingkungan terus dilakukan secara berkala oleh Forum Komunikasi Peduli Lingkungan (FKPL) Kab...